Guru Mulia

Rocky Gerung: Gaji Guru Harusnya Setara Komisaris Kalau Mau Kompetitif

Surabaya-gurumulia.org | Mengapa peringkat PISA kita stagnan dalam 20 tahun terakhir? Karena fokus pemerintah masih pada perluasan akses pendidikan, bukan pada kualitas pendidikan.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Standar, Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek, Anindito Aditomo, dikutip dari medcom.id (26-12-2023, dalam artikel Kaleidoskop Pendidikan 2023: Peringkat PISA 2022 Naik, Tapi Skor Turun).

PISA adalah Programme for International Student Assesment yang dirilis oleh Organisation for Economic Co-Operation and Development (OECD) setiap tiga tahun sekali sejak 2000 silam.

Fokus Pemerintah Masih Fasilitas Pendidikan, Belum Kualitas

Yang terbaru, PISA 2022 rilis dengan jumlah 81 negara yang diurutkan dengan mengukur skor literasi membaca, matematika dan sains pada siswa usia 15 tahun.

Pada ranking sains 2022, Indonesia menempati peringkat ke-67 dari 81 negara. Mengalami kenaikan dari PISA 2018 yang berada rangking ke-71.

Kepala BSKAP Anindito Aditomo mengungkapkan bahwa target pemerintah memang masih pada keluasaan akses, belum ke aspek kualitas termasuk peringkat PISA.

“Dan karena targetnya itu, akses kita meningkat terus. Akses untuk SMP dan SMA itu menimgkat signifikan dalam 20 tahun terakhir. Saya gak mengatakan itu salah. Mungkin memang 20 tahun terakhir fokus akses itu yang tepat. Karena kita ingin agar sebanyak mungkin anak Indonesia ada di sekolah,” jelas Nino, sapaan akrab Anindito Aditomo.

Nino memaparkan pada tahun 2000 hanya 50 persen remaja Indonesia yang ada di bangkus SMA. Karena itu, perluasan akses menjadi penting, hingga akhirnya pada 2022 sudah 74 persen remaja Indonesia berada di bangku SMA sederajat.

Oleh karena itu, dalam anggaran Kemendikbudristek untuk peningkatan kualitas tidak sampai 5 persen. “Kira-kira Rp 5 triliun dari Rp 80 triliun, atau 4 persen atau gak sampai segitu,” ungkapnya dikutip medcom.id.

Jika terus fokus pada keluasaan akses, maka skor kualitas pendidikan tidak beranjak naik alias stagnan. Tak ada peningkatan.

Baca juga: Guru Harus Bagus Karena Warna Bangsa = Warna Guru

Guru Harus Nyambi Jadi Ojek Karena Gaji Rendah

Pakar filsafat, Rocky Gerung juga mengkritisi hal ini. Bahwa kualitas pendidikan itu ditingkatkan melalui pengembangan kualitas guru.

“Kalau mau top five, beri saja guru itu insentif habis-habisan. Kalau perlu gaji guru itu setara komisaris. Kalau mau negeri ini bisa berkompetitif di kancah Internasional, harus dimulai dari gaji guru yang bermutu,” tegasnya dalam podcast bersama Gita Wirjawan, Menteri Perdagangan RI 2011-2014.

Selama ini, masih kata Rocky, kita salah dalam menempatkan posisi guru di tengah masyarakat. “Guru dianggap pahlawan tanpa tanda jasa. Secara makna, istilah ini bersifat derogatif (merendahkan, Red.),” ujarnya.

Rendahnya penghasilan guru berimbas pada rendahnya kualitas kelulusan siswa-siswi. “Guru-guru kita terpaksa mencari uang tambahan untuk kehidupannya, sampai ada yang nyambi jadi ojek segala,” jelas Rocky.

Baca juga: Guru sampai terjerat pinjol karena minimnya gaji

Kurikulum Masih Kaku, Guru Hanya Jadi Birokrat, Tidak Bisa Luwes

Selain rendahnya gaji guru, kemandegan kualitas pendidikan- menurut Kepala BSKAP- juga disebabkan oleh kakunya kurikulum dalam 20 tahun terakhir. Kurikulum pendidikan Indonesia bersifat sangat rigid yang formatnya ditentukan oleh pemerintah pusat, materi ajar yang ditetapkan setiap pekan, hingga materi buku yang harus dihabiskan.

Akhirnya pemerintah membatasi otonomi guru. “Guru tampak sebagai birokrat yang melaksanakan apa saja yang diminta pemerintah,” papar Nino.

Hal ini berdampak pada rendahnya kreativitas guru. “Implikasinya adalah guru tidak punya keberanian, tidak punya kemauan, dan tidak punya keperluan belajar, tidak belajar untuk mengajar dengan benar dan lebih baik. Karena memang mereka ditempatkan sebagai birokrat, bukan pendidik profesional,” tandasnya.

Baca juga: Kecukupan Guru yang ahli Jadi Kebutuhan Pokok Keluarga Indonesia

Foto: Rocky Gerung, Setara Institute

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *