
Yayasan Guru Mulia Indonesia (YGMI) merasa bangga. Karena pendiri dan Ketua Pembina YGMI Prof. Dr. KH. Mohammad Nuh, DEA meraih penghargaan sebagai Cendekiawan Berdedikasi 2024 (28-6-2024).
Penghargaan ini yang diselenggarakan bertepatan dengan peringatan HUT Kompas ke-59. Di acara tersebut, Kompas juga memberikan penghargaan yang sama kepada Prof. Dewi Fortuna Anwar, MA, Ph.D, peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Pemimpin Umum Kompas Lilik Oetama (kanan) menyerahkan penghargaan Cendekiawan Berdedikasi 2024 kepada profesor riset pada Pusat Riset Politik BRIN, Dewi Fortuna Anwar dan Guru Besar ITS Mohammad Nuh di Gedung Gramedia, Jakarta (kompas.id, 28-6-2024, Penganugerahan Cendekiawan Berdedikasi di HUT ke-59 Kompas)
Pak Nuh, demikian ia biasa disapa, menjelaskan dalam sambutannya bahwa kita harus mencetak generasi yang menjadi pembelajar sejati di era digitalisasi.
Dunia berubah sangat cepat. Kini, menguasai emotional quotient, intelligent quotient, dan spiritual quotient tidaklah cukup. “Generasi saat ini membutuhkan dua kecerdasan lain: digital quotient dan Indonesian Quotient,” ungkap Mendiknas 2009-2014 itu.
Keterangan foto: Pemimpin Umum Kompas Lilik Oetama menyerahkan piagam penghargaan kepada Prof. Dewi Fortuna Anwar, MA, Ph.D dan Prof. Dr. KH. Mohammad Nuh, DEA.